Lazada

Menyesal Telah Mengenal-mu...?!?!?

thumbnail
jahil
{إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ} [فاطر: 28]
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. [Faathir (35):28]

Sesungguhnya yang takut kepada Allah dan senantiasa bertaqwa kepada-Nya, takut akan adzab-Nya dengan senantiasa melaksanakan ketaatan serta menjauhi maksiat kepada-Nya hanyalah ulama, orang-orang yang memiliki ilmu tentang Allah Subhanahu wata'ala dan sifat-sifat-Nya serta syariat-Nya demikian pula ilmu tentang ke-Maha Kuasa-an Allah Ta'ala atas segala sesuatu.[1]

Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhu ketika menafsirkan ayat di atas, "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama", beliau mengatakan :
"الذين يعلمون أن الله على كل شيء قدير"
-Mereka adalah- Orang-orang yang memiliki ilmu bahwa sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.[2]

Rasulullah Shollallahu 'alaihi wasallam bersabda :
«لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا، وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا»
Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, sungguh kalian akan sedikit tertawa dan akan banyak menangis [HR. Bukhari]

Semakin ber-ilmu seharusnya menjadikan seseorang semakin banyak menangis, bukan malah sebaliknya semakin banyak tertawa dan mengajak jama'ah untuk tertawa pula.

Semakin bertambah ilmu seharusnya menjadikan seseorang semakin banyak bersedih, menangisi dirinya dan bersedih melihat keadaan ummat yang tidak seberuntung dirinya, yang telah mendapatkan nikmat berupa ilmu warisan para nabi.

Jika seperti itu keadaan para ulama, orang-orang yang berilmu, maka sungguh diri ini sangat jauh jaraknya dan sungguh sangat besar perbedaannya dengan mereka para ulama.

Sungguh sangat jauh antara kita dan mereka. Dianggap berilmu tetapi masih banyak ketawa, menertawakan mereka yang jauh dari ilmu dan menertawakan mereka yang dianggap ber-ilmu serta menertawakan mereka yang ngaku-ngaku punya ilmu, semoga tidak sampai pada derajat menertawakan orang-orang yang berilmu.

Memang diakui, terkadang lucu dan mengundang tawa orang-orang yang sebenarnya jauh dari ilmu namun dianggap berilmu atau ngaku-ngaku punya ilmu, bagaimana tidak, bagi orang yang punya ilmu meskipun sebesar inti atom sekalipun pasti akan mengetahui kekeliruannya, yang terkadang mengundang tawa meskipun sedih itu yang lebih utama.

Sebagai contoh, diantara mereka ada yang berani maju berdiri dihadapan jama'ah bertindak sebagai khotib merangkap imam sholat, berusaha membaca takbir, surah Al-Fatihah dan surah atau ayat Al Qur'an setelahnya dengan mantap, namun ketika diperhatikan dengan seksama apa yang dibacanya, disinilah yang terkadang mengundang tawa, biasanya di bulan suci ramadhan banyak imam atau penceramah yang membaca ayat yang ke-185 di surah Al Baqarah yang diakhir ayat disebutkan :
{وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ} [البقرة: 185]
supaya kamu bersyukur. [Al Baqarah (2):185]

Karena terlalu semangat untuk memperindah bacaannya terkadang sampai lupa bahwa diayat tersebut seharusnya mati syin (ش) bukan sin (س), kedengarannya indah namun artinya berubah menjadi "supaya kamu mabuk".

Ada juga yang takbir dengan memanjangkan alif (آ) bukan Allahu Akbar (الله اكبر) tapi jadinya Aallahu Akbar (آلله اكبر), ini juga tentu merubah makna yang sebelumnya "pernyataan" berubah menjadi "pertanyaan"

Contoh terakhir ketika khotib menutup khotbahnya dengan bacaan yang didalamnya terdapat kalimat yang seharusnya dengan "La" pendek;
وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar

Namun dibaca panjang (Laa), ini menjadikan makna kalimat diatas berubah jadi nafi [kalimat negatif]...

Contoh kekeliruan yang sering terjadi diatas diangkat bukan untuk ditertawakan tapi agar ditinggalkan, dari sini terkadang saya pribadi merenung dan menyesal. Menyesal belajar Islam dan Bahasa Arab, yang dengannya terkadang kita temukan kesalahan orang lain, baik pribadi maupun golongan namun tidak mampu menegur, tidak mampu mengingatkan kesalahan tersebut secara langsung. Tapi sebaliknya, terkadang menjadikan kesalahan dan kekeliruan tersebut sebagai bahan tertawaan.

Akibatnya, tak jarang terlontar sangkaan kepada penuntut ilmu atau bahkan kepada para ulama' bahwa mereka adalah orang-orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain, tuduhan ini bisa saja benar, wallaho a'lam. Namun ketika kita duduk belajar mengkaji ilmu, maka kesalahan diri-diri kita akan nampak seiring bertambahnya ilmu yang kita pahami demikian pula kesalahan orang-orang yang menampakkan kesalahannya secara terang-terangan, tentu akan mudah bagi kita untuk mengetahuinya. Jadi tuduhan tersebut tidak selamanya benar, karena bisa jadi kesalahan-kesalahan yang mereka sebutkan itu didapatkan tanpa sengaja mencarinya, di sela-sela pelajaran. Bukankah orang-orang yang mengkaji tentang iman akan mengetahui secara tidak langsung apa itu kufur, demikian pula orang-orang yang belajar tentang sunnah akan mengetahui apa kebalikannya, maka seperti itu pula orang-orang yang senantiasa mencari kebenaran pasti dia secara tidak langsung akan menemukan kesalahan-kesalahan lawan dari kebenaran tersebut.

Semoga dengan semakin bertambahnya ilmu, semakin bertambah pula rasa takut hanya kepada Allah Ta'ala, karena sesungguhnya yang dapat diberi peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya.[3]

_________

[1]Lihat Tafsir Al-Muyassar
[2]Lihat Tafsir Ath-Thobary
[3]Baca QS. Fathir (35):18

________________

Faidah : Membaca Al Quran Dengan Kesalahan Gramatikal

Kena Tipu Karena Lugu

thumbnail
Bapakku bilang "Tidak mungkin ada orang yang menipu-ku, karena saya-kan tidak pernah menipu bahkan berniat menipu orang-pun tidak"

Mendahulukan perasangka baik kepada setiap orang memang merupakan akhlak yang terpuji, apalagi jika orang tersebut menampakkan secara zhohir akan baiknya akhlak dan agamanya. Dengan gaya penulisan sms yang kelihatannya seakan-akan dia adalah seorang "ikhwah/akhwat ngaji" saya-pun tertarik untuk membalas dan melayani penawarannya. Singkat kata order kripik buah dari Malang akhirnya deal, setelah berulang kali masuk sms penawaran di HP-ku, yang sebelumnya tidak pernah saya gubris. Beberapa rupiah-pun meluncur ke No. Rekening si penipu ini. Sungguh malang, Kripik Buah dari Malang ternyata tak kunjung datang, Nomor HP Si-empunya produk juga tidak pernah aktif, sms tidak pernah dibalas. Sebelum kuhapus sebaiknya ku-abadikan di postingan ini, berikut nomornya : +6281946223586, Nomor rekening dan Nama-nya saya tidak save lagi, soalnya kejadianya sudah cukup lama.

Seperti itulah penipu, menggunakan segala macam cara untuk melumpuhkan korbannya. Bisa jadi diluar sana sangat banyak korban yang berjatuhan dari aksi para penipu, tapi tidak sempat berbagi atau cukup antara dia dan Tuhan-nya saja yang tahu.

Tahun lalu (2013) BB yang saya pegang atas nama istriku -Irawati Kasim- mendapat dua message yang isinya kelihatannya sama namun hakekatnya berbeda jika dibaca dengan baik dan teliti, memberikan info pemenang undian berhadiah mobil, silahkan baca disini.

Oleh karena maraknya sms penipuan, maka message tersebut tidak pernah saya ladeni. Namun ternyata pin BB-ku masih dimanfaatkan pula oleh pihak yang mengaku dari perusahaan blackberry, bahwa pemilik pin:25c6b88e atas nama Irawati Kasim, telah mendapatkan hadiah undian dari blackberry tahun lalu berupa satu unit mobil honda jazz.

PT. RIM Blackberry
BBM Klarifikasi

Padahal sampai sekarang (2014) hadiah tersebut tidak pernah ada, untuk itu melalui postingan ini, saya sampaikan bahwa jika ada pihak-pihak tertentu yang mungkin mencatut nama PT. RIM atau Blackberry mengatakan bahwa pin:25c6b88e atas nama Irawati Kasim telah mendapatkan hadiah undian dari Blackberry pada tahun 2013 lalu berupa satu unit mobil honda jazz, maka saksikanlah bahwa info tersebut bisa jadi BENAR tapi hadiah berupa mobil tersebut sampai detik ini -sampai postingan ini terbit- tidak ada sama sekali.

BONUS INFO PENTING

Tips Cara Blokir Nomor HP SMS Penipuan.

Sering mendapat SMS Penipuan yang menyatakan Anda Menjadi Pemenang kuis?, SMS yang pura-pura nyasar berisi tentang transfer uang ke rekening tertentu?, atau sms dari mama genit minta pulsa?, atau sms dari agen pulsa super murah dan seterusnya?, Jangan dibiarkan...!!!, saat ini ada cara untuk menanggulanginya :
  1. TELKOMSEL; Format SMS : penipuan#nomor penipu#isi SMS tipuan dan kirim ke 1166
  2. Contoh : Penipuan#0812123456#selamat anda mendptkan 1 unit mobil Avanza dari Telkomsel poin…dst lalu kirim ke 1166.
  3. XL; Format SMS :
  4. Lapor#Nomor yang digunakan untuk menipu#kasus yang dikeluhkan lalu kirim ke 5883.
  5. INDOSAT; Format SMS : SMS(spasi)Nomor pengirim SMS penipuan(spasi)isi SMS penipuan, kirim ke 726.

Jika sudah lebih dari 2 (dua) orang yang melaporkan SMS penipuan, maka nomor tersebut segera diblokir secara permanen oleh operator. Layanan ini gratis.

Jika mengalami penipuan dalam “Transaksi ONLINE” cukup kirim kronologis dan No. Rekening si penipu ke Email : “cybercrime@polri.go.id” POLRI akan langsung bertindak dengan memblokir ATM si penipu dan melacak keberadaannya untuk ditindak sesuai hukum.

Share ke yang lain untuk membantu mencegah maraknya penipuan dengan Modus Online.

_________

Gambar www.muslimah.or.id

Laki-Laki Berhak Memilih dan Perempuan Berhak Menolak

thumbnail
Yang Di inginkan Seorang istri dari suaminya
Pencipta itu Tunggal Sementara Ciptaannya Ganda Campuran

Segala sesuatu itu ada pasangannya meski terkadang kita tidak tahu mana pasangannya, Allah Ta'ala berfirman :
{سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ} [يس: 36]
Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. [Yasin (36):36]

Diciptakannya segala sesuatu secara berpasang-pasangan pasti ada hikmahnya, dan hikmah terbesar dari hal tersebut adalah agar kita senantiasa mengingat kebesaran Allah Subhanahu wata'ala;
{وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ} [الذاريات: 49]
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah. [Adz-Dzariat (51):49]

Desember 2004 terjadi peristiwa besar di Indonesia yang menelan ribuan korban jiwa, Tsunami di Aceh. Peristiwa ini bertepatan dengan akhir perjalananku di kampus merah hitam teknik UNHAS. Usiaku pada saat itu 24 tahun lebih, kurang lebih 8 bulan lagi masuk 25 tahun. Umur yang ideal untuk menikah juga sebagaimana target yang kutetapkan jauh-jauh sebelumnya.

Kriteria Memilih Pasangan

Dalam memilih jodoh biasanya seorang pria atau wanita punya kriteria-kriteria tertentu. Secara garis besar kriteria tersebut disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا, وَلحَسَبِهَا, وَلِجَمَالِهَا, وَلِدِيْنِهَا, فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدَّيْنِ
“Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah wanita yang bagus agamanya.” [HR. Bukhari]

Kalau saya sendiri sering bercanda ke teman-teman dengan nada serius saya katakan: "carikan yang Cantik, Pintar dan Kaya", kenapa tidak dimasukkan agama sebagai kriteria? itu karena sudah yakin dan percaya bahwa teman-teman ikhwan/akhwat apalagi ustadz tidak mungkin carikan yang cacat dalam agamanya, meskipun terkadang sebagian teman, hanya melihat jilbabnya "yang penting lebar" berarti agamanya bagus. Di lain sisi, berbeda dengan akhwat pertanyaannya; ngaji apa nggak?; sama siapa? yang paling sering saya pribadi dengarkan ketika hunting akhwat yang mereka tanyakan; tarbiyah apa nggak? dimana? sama siapa? untuk lebih meyakinkan akan diminta komitmennya gimana? setelah dan sebelum menikah?!. Seperti itulah "tarbiyah" dijadikan sebagai tolak ukur sholeh tidaknya seseorang, baik atau tidaknya agama seseorang, sehingga pantas untuk ditolak, dan tidak masuk dalam ancaman hadits, dimana Abu Hurairah Radhiallohu 'anhu mengabarkan bahwa Rasulullah Shollallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda:
إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوْهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيْضٌ
“Apabila seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian untuk meminang wanita kalian, maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian. Bila kalian tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. At-Tirmidzi no. 1084, dihasankan Al-Imam Al-Albani Rahimahullah dalam Al-Irwa’ no. 1868, Ash-Shahihah no. 1022)

Teringat waktu ditawari seorang akhwat yang aktif di Lembaga Dakwah, setelah cek dan ricek siapa dia, niat juga sudah bulat untuk menikah, maka kuminta untuk dipertemukan "Nadzhor", diaturlah sedemikian rupa, bertepatan dengan jadwal ta'lim-nya, sore itu saya yang diminta untuk mengisi materi "Muhadhoroh". Setelah selesai di mulai-lah dialog singkat sebagai langkah ta'aruf "perkenalan". Tiba-tiba dengan sengaja atau tidak keluar darinya pertanyaan : tarbiyah dimana? sama siapa?. Pada zaman dahulu kala, saya memang pernah sempat tarbiyah sama Kak Ismail Rajab, ST di UNHAS dan Ust. Irwan Fitri di Ma'had Al Birr, maka pertanyaan itu saya jawab dengan permintaan; Silahkan tanya teman-teman disini saya "tarbiyah" dimana? atau tanya: mereka tarbiyah sama siapa?. Wajar pertanyaannya seperti itu karena dia sendiri tarbiyah dan murobbiyah, pada saat giliran saya, dengan ringkas saya berkata dan bertanya kepadanya, bahwa saya ini adalah seorang lelaki namun pernah "ngaji" sekilas tentang Kitab Haid, sebut dan jelaskan ada berapa jenis darah kebiasaan wanita?. Ternyata tak satupun kata yang bisa terucap sebagai jawaban dari pertanyaanku. Pertemuan singkat itupun berakhir, dengan bingung saya berusaha untuk mencari sisi-sisi terang yang bisa memantapkan langkah, dengan cara bermusyawarah bersama ortu dan keluarga lainnya serta istikhoroh, maka kuputuskan cukup sampai disini, dan pindah ke biodata lainnya.

Demikianlah lelaki berhak untuk memilih dan memutuskan lanjut atau tidak, berbeda dengan perempuan, mereka berhak untuk menolak, sebagaimana kisah adik saya sewaktu diperkenalkan kepada salah seorang akhwat. Ummu Fatimah mengirim sms pada tanggal 21 Nopember 2010 Pukul 22:33 yang bunyinya :
Bismillh, kaifa haluki ukht? Ada iparku mau dtg dr sudan akhr bln ini insy Alloh! bgmn kalo diurusx dg ad l**a?
Pada tanggal yang sama 21/11/2010 pukul 22:40 masuk sms balasan :
Alhamdulillah, bii khair kak. Klo dia komitmen dgn dkhwh n tarbiyah dr sblm n stlh nikah, mgkin bs coba diurusx kak. Tp klo tdk, apalg akan smji kasusx dgn qt yg nalrng maq zaujita’ trbyh n gbung dgn akhwat, jgnjgn maq k. afwan.

Pelajaran Bagi Ikhwan dan Akhwat yang Belum Menikah

Ikhtiar untuk mencari jodoh yang sesuai dengan kriteria idaman tidaklah mudah, dibutuhkan kesabaran yang lebih jika ingin tetap mempertahankan idealisme, mencari yang sempurna sesuai kategori yang telah digariskan, teruslah bersabar, jangan batasi sabar yang tidak terbatas itu dengan ketidaksabaran.

Kata Ibu-ku; wanita muda yang masih remaja biasanya melihat ketampanan saja, tapi ketika telah dewasa maka dia akan melihat kemapanan si pria.

Kata teman-ku; ketika masih tergolong muda pertanyaannya : siapa anda? tetapi ketika telah mulai usia senja pernyataannya : siapa saja!

Kemudian bagi yang ingin longgar sedikit, tidak kaku dalam menetapkan pilihan juga harus siap bersabar karena telah melanggar syarat yang sebelumnya ditetapkan sendiri. Jauhi penyesalan, karena anda sendiri yang telah siap dan ridho menerimanya sehingga tidak ada jalan lain kecuali menempa kekuatan diri untuk menghadapi masalah yang mungkin akan jauh lebih besar, butuh sikap saling memahami satu sama lain, bersabarlah menghadapi setiap persoalan, jangan lari!, apalagi mengumbar aib, cacat dan masalah di dalam rumah tangga sendiri, bukankah anda sebelum menikah, rajin datang di majelis tarbiyah yang telah menempa sehingga menjadi sosok manusia seperti sekarang, bukankah di tarbiyah orang ditempa menjadi pribadi yang kuat, dewasa, bijak menyikapi masalah, dan lapang dada. Kenapa tidak berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan pasangan karena bagaimanapun bisa jadi dia adalah jodoh terbaik yang disiapkan Allah.

Ada Apa Setelah Menikah

Pasangan yang baru saja menikah, yang baru saja menancapkan dan membentangkan layar bahtera untuk mengarungi samudera rumah tangga yang sangat luas dengan arus dan ombak serta cuaca yang tidak menentu dan berubah-ubah, terkadang bahkan bisa dipastikan akan mendapatkan masalah yang membutuhkan solusi dan jalan keluar.

Taqwa kepada Allah Ta'ala merupakan wasilah untuk mendapatkan jalan keluar dan kemudahan dalam segala urusan, sebagaimana firman-Nya :
{وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا} [الطلاق: 2]
Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. [Ath-Tholaq (65):2]
{وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا} [الطلاق: 4]
Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. [Ath-Tholaq (65):4]

Sebaiknya menghindari hal-hal yang bisa semakin memperkeruh keadaan, misalnya dengan cur-hat yang bentuknya berkeluh kesah menyampaikan aib, cacat, cela dan kekurangan-kekurangan suami atau istri kepada orang lain.

Hal seperti itu sangat berbahaya, mengancam keutuhan rumah tangga, apalagi kalau kedua pasangan suami istri ini dikenal sebagai aktifis dakwah, hendaknya berusaha membina dan menjaga keutuhan rumah tangga di atas manhaj nubuwwah, kekurangan dan kesalahan itu akan selalu ada, bukan untuk diumbar tapi untuk dilengkapi dan diperbaiki.

Lebih berbahaya lagi jika apa yang kita keluhkan sampai kepada orang-orang yang jalinan ukhuwahnya hanya membentang luas sesaat sementara kita tidak pernah terbersit di hati untuk mengurainya, kenapa berbahaya? karena tangannya bisa saja menari merangkai Husnudzh-Dzhon, sambil mengetik SMS, sebagaimana yang masuk di kotak masuk, pada tanggal 22 Nopember 2010 pukul 21:16; yang berbunyi :
Kak. Cobaq ingat baik2. Jgnq lupa. Bknkh yg “menabuh genderang perang” pertamakali adl zaujita’ sendiri? Msh ingat jaq saat qt curhat di sekret ttg prktaan zaujita’ yng mngatakn “IRA dpt sy, bruntung. Sy dpt IRA, musibah”. Qt ingatji prktaanta’ sndiri k? sbg akhwt yg mghrgai, mghormati n menyayangi qt, wjr klo km marah dgn kt2 zaujita’ itu. Sdh tdk jujur dr awal, sembrang na bilng, n skrg melarang2 qt. suami yg bijak, tdk akan melakukn itu kak. Ini perxtaan<…><…>

Perhatikan teman tempat cur-hat-mu wahai saudara-saudariku se-aqidah! Contohnya di suatu pagi, engkau kirimkan sms yang berbunyi : 'kak, sy menyesal menikah dgn suami sy yg ikhwa X. Trnyta akhlakx jauh dr penamaan kelompok mrk', lalu masuk bertandang di HP salah seorang dari teman-teman cur-hatmu itu.

Apa faidahnya? adakah solusi praktis yang nyata? apakah itu bisa memperbaiki hubunganmu dengannya?

Penyesalan itu apa gunanya?. Berbeda dengan "keterlanjuran" atau yang biasa diungkapkan dengan istilah "Nasi Sudah Jadi Bubur", masih bisa dimanfaatkan dan dinikmati, karena bubur masih bisa disulap menjadi nasi atau cemilan yang lebih nikmat jika berada di tangan koki meski amatiran apalagi kalau diserahkan kepada chef profesional.

Baitiy Jannatiy; Tidak Ada Tempat untuk Syaithon

Allah Subhanahu wata'ala berfirman :
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian maka jadikanlah dia sebagai musuh.” (Fathir: 6)

Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam bersabda :
إِنَّ إِبلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْماَءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً، يَجِيءُ أَحَدُهُم فَيَقُولُ: فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا. قَالَ: مَا صَنَعْتَ شَيْئًا. ثُمَّ يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ. قَالَ: فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ
Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air lantas ia mengirimkan tentara-tentaranya. Maka yang paling dekat di antara mereka dengan iblis adalah yang paling besar fitnah yang ditimbulkannya. Datang salah seorang dari anak buah iblis menghadap iblis seraya berkata, “Aku telah melakukan ini dan itu.” Iblis menjawab, “Engkau belum melakukan apa-apa.” Lalu datang setan yang lain melaporkan, “Tidaklah aku meninggalkan dia (anak Adam yang diganggunya) hingga aku berhasil memisahkan dia dengan istrinya.” Maka iblis-pun mendekatkan anak buahnya tersebut dengan dirinya dan memujinya, “Engkaulah yang terbaik.” (HR. Muslim no. 7037)

لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا
“Bukan termasuk golongan kami, orang yang merusak akhlak istri terhadap suaminya dan menjadi sebab nusyuz si istri.” (HR. Abu Dawud no. 2175, disahihkan dalam Shahih Abi Dawud)

Renungan : Harapan Dibalik Ketakutan
  • Semoga kita tidak menjadi orang-orang yang hiper sensitif dengan menganggap orang lain sensitif dan mudah tersinggung;
  • Semoga kita tidak menjadi orang-orang yang dzolim dengan menganggap orang lain dzolim dan mendzolimi kita;
  • Semoga kita tidak menjadi orang-orang yang pendusta dengan menganggap orang lain telah berbohong dan berdusta;
  • Semoga kita tidak menjadi orang-orang yang su'udz-dzon dengan menganggap orang lain su'udz-dzon penuh syak wasangka;
_______

Bacaan :

Apa yang Anda pikirkan? || Facebook

thumbnail
Facebook
Apakah anda termasuk orang yang kecanduan dengan facebook?

Untuk mengetahui kapan seseorang kecanduan facebook, atau apakah diri ini telah kecanduan facebook?, mari kita jawab dengan jawaban "ya" atau "tidak" sepuluh pertanyaan berikut di dalam hati masing-masing :

  1. Apakah Facebook telah menjadi Home Page dari browser internet baik itu Mozilla Firefox, chrome, atau internet explorer di komputer atau laptop Anda?
  2. Apakah Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman?
  3. Apakah jumlah teman Anda sudah melebihi angka 500 orang dan setengahnya hampir tidak dikenal sama sekali?
  4. Apakah bila sedang jauh dari komputer atau laptop, Anda mencek facebook melalui BlackBerry, iPhone, atau smartphone/ponsel pintar lainnya?
  5. Apakah Anda rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari, meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di fotonya?
  6. Apakah Anda sering mengubah foto profil? Bahkan sudah lebih dari 12 kali?
  7. Apakah Anda membaca artikel ini sambil mencek facebook?
  8. Apakah Anda membaca apa saja yang terlihat di “wall”  meski sudah lama dan bahkan sudah basi karena lama tidak masuk ke facebook?
  9. Apakah Anda menjadi anggota lebih dari 10 grup dan merespon setiap undangan meski sebenarnya tak berminat?
  10. Apakah Anda mengubah keterangan tentang Anda misalnya : status hubungan untuk meningkatkan popularitas di facebook?
Bagaimana? sudah dibaca dan dijawab pertanyaannya? cukup satu pertanyaan saja yang dijawab dengan "ya", ini telah menunjukkan bahwa kita telah kecanduan dengan facebook.

Tiada hari tanpa facebook, selalu berpikir untuk menorehkan kata-kata di kolom status, sebagai jawaban dari "Apa yang Anda pikirkan?" merasa gelisah dan kesepian jika tidak ada yang menyumbangkan jempol atau komentar, apalagi kalau tidak ada yang ngajak chat. Sungguh jika demikian keadaannya, kita telah terjaring dengan jerat-jerat jejaring sosial yang bernama facebook.

Manfaat facebook yang sangat sedikit akhirnya menyita waktu yang tidak sedikit, demikian pula bahaya facebook yang sangat banyak akhirnya menelan korban yang lumayan banyak.

Sudah sepatutnya kita kembali sadar dan menanamkan pada diri masing-masing mengenai pentingnya IMTAQ (IMan dan TAQwa) dalam IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan TEKnologi) agar menjadi facebooker cerdas dan mencerdaskan.

Perlu diperhatikan dan diingat bahwa tidak semua facebooker seburuk atau sebaik dengan kita, oleh karena itu agar terhindar dari tindak kejahatan yang bisa menimpa facebooker, hendaknya tetap berhati-hati, baca pengalaman mereka yang pernah jadi korban atau cari tips dan trik agar terhindar dari berbagai macam bentuk tindak kejahatan yang bisa menimpa facebooker.

Kasus yang paling sering terjadi dan mungkin pernah menimpa kebanyakan facebooker adalah akun FB-nya dihack, dipakai orang lain untuk meminta pulsa ke beberapa teman FB yang ada, atau memasang gambar atau status yang berbau tidak sedap, intinya data-data pribadi facebooker disalahgunakan seakan-akan dia pelakunya padahal bukan. Terkadang pelaku kejahatan membuat akun Facebook baru atau bahkan situs blog dengan data-data pribadi yang facebooker miliki.

Tujuh Langkah yang Paling Ampuh Terhindar dari Tindak Kejahatan di Facebook

Agar kasus kejahatan seperti itu tidak menimpa facebooker, maka ada baiknya langkah-langkah pencegahan berikut ini dijalankan ketika di dunia Facebook :
  1. Jika terpaksa memasang profil atau data diri di Facebook, tulis dengan jujur, apa adanya dan sesuaikan dengan kebutuhan "tidak usah terlalu lengkap". Meskipun semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data diri kita disalah-gunakan (abused)
  2. Jangan memasang foto-foto diri Anda sama sekali apalagi jika Anda sendiri tidak merasa nyaman apabila foto tersebut tersebar luas secara bebas. Ingatlah, walau foto tersebut “hanya” diposting di akun Facebook Anda, sebenarnya itu sama saja dengan menyebarluaskan foto tersebut ke publik. Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, jauhilah berpose dan memposting foto Anda.
  3. Jangan sembarangan menambah teman ‘add friend’ atau melakukan "approval" konfirmasi atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah “mutual friends” teman yang sama antara Anda dengan orang tersebut. Semakin sedikit “mutual friends”-nya, berarti semakin sedikit teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin beresiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima “pertemanan” yang “mutual friends”-nya cukup banyak.
  4. Jangan sembarangan menerima tag photo. Terkadang foto diri kita di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita “untag” diri kita dari foto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload foto tersebut untuk mencabutnya.
  5. Jangan tunda-tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan tempat kejadian ‘impersonation’, untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas.
  6. Tingkatkan Pengaturan Keamanan akun Facebook anda, klik simbol "gear" disebelah kanan atas, klik setting/pengaturan pilih tab "Keamanan" Security
  7. Tinggalkan facebook secara utuh, tutup dan hapus akun Anda, jangan simpan sedikitpun data diri anda di dalamnya, mengingat manfaatnya yang sangat sedikit dibandingkan dengan mudharat yang ada di dalamnya.
Oleh karena begitu banyaknya mudhorot, dampak negatif dan bahaya yang ditimbulkan oleh facebook maka tidak seorangpun yang bisa menuliskannya secara keseluruhan, berbeda dengan manfaatnya, yang sangat sedikit. Manfaat terbesar yang sering kita baca dan dengarkan hanyalah sebagai media silaturahim, berkenalan dengan banyak orang untuk tujuan ekonomi, bisnis dan juga dakwah.

Sebagai penutup, bagi yang terpaksa memakai facebook apa yang sebaiknya kita lakukan ?
  • Tulis status atau pasang foto yang bermanfaat,
  • Berikan Like "Jempol" dan Komentar hanya untuk status dan foto yang bermanfaat,
  • Hindari memberi Komentar apalagi Like "Jempol" pada status atau foto yang mungkar, meskipun komentar yang dituliskan sebagai bentuk "amar ma'ruf nahi mungkar", karena itu hanya menaikkan rating status atau foto itu saja, sementara komentar kita bisa jadi tidak dibaca, karena biasanya komentar kita tidak muncul, yang terbaca hanya status dan foto yang mungkar itu saja,
  • Untuk da'wah "amar ma'ruf nahi mungkar" buat Page-Halaman, Group atau tulis status dan design gambar/foto sendiri, kalau perlu tag-tandai para mad'u yang dituju,
  • Bergabung dengan group atau "LIKE" halaman yang bermanfaat,
  • Gunakan Facebook sesuai dengan kadar darurat yang ada,
  • "Banyak berdo'a, meminta perlindangan agar terhindar serta dijauhkan dari kejahatan dan yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia baik dari golongan jin maupun manusia."

Demikian, walaupun tindak tanduk kita di facebook diistilahkan dengan dunia "MAYA" semata, tapi dampaknya mampu menembus dunia "NYATA" dan semuanya akan "NYATA" dimintai pertanggung jawabannya kelak.

_______

Sumber Inspirasi :